PERIZINAN USAHA LAUNDRY

PERIZINAN USAHA LAUNDRY

Perizinan Usaha Laundry, Cara Mengurus Ijin Laundry, Aturan Bisnis Laundry, Peraturan Usaha Laundry,

 

Perizinan Usaha Laundry

 

             Ketika memulai usaha laundry tentu banyak sekali orangyang bertanya – tanya. Apakah membuka usaha laundry harus punya izin terlebih dahulu ? Bagaimana resikonya seandainya membuka bisnis laundry tanpa izin ? Dan kalau harus berizin kemana harus mengurusnya ? Biayanya berapa ? Berapa proses perizinan laundry ? Haruskah memperpanjang izin usaha laundry ? Dan lain sebagainya. Itulah segudang pertanyaan yang sering terintas di benak calon pengusaha laundry. Pada hakikatnya semua usaha harus punya legalitas usaha atau ijin usaha salah satunyaadalah usaha laundry ini. Bahkan usaha laundry adalah usaha yang rentan menimbulkan gangguan lingkungan, seperti dari limbah cair hasil dari proses pencucian. Untuk itu dibawah ini Pelatihan Laundry IBL Center akan mepaparkan sedikit gambaran tentang perizinan dalam bisnis laundry ini.

Perizinan yang harus dipersiapkan oleh calon pengusaha laundry antara lain :

  1. SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) dari Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan).
  2. Izin Pembuangan Air Limbah. Misalnya dari Dinas Lingkungan Hidup.
  3. SITU (Surat Izin Tempat Usaha) atau Izin Gangguan (HO).
  4. Surat pernyataan yang menyatakan bahwa usaha tersebut tidak memberatkan lingkungan atau tetangga sekitar.

Dokumen yang harus disiapkan ketika mengurus perizinan usaha laundry antara lain :

  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemilik atau pemohon.
  • Fotokopi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan site plan.
  • Fotokopi Akta Pendirian Perusahaan.
  • Keterangan domisili Perusahaan yang berasal dari lurah atau camat setempat.
  • Fotokopi bukti pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun terakhir.
  • Fotokopi keterangan status kepemilikan tanak atau surat kepemilikan tanah.
  • Surat pernyataan tidak keberatan dari tetangga atau lingkungan yang berdekatan atau bersebelahan dengan lokasi usaha.
  • Peta lokasi pembuangan ke sumber air dengan skala minimal 1:100 dan juga peta situasi skala 1:1000.
  • Surat rekomendasi dari cabang Dinas Perairan.
  • Proposal teknis rencana mengenai volume air yang akan dibuang ke sumber sungai atau saluran.
  • Surat rekomendasi dari lurah dan juga camat setempat.
  • Surat rekomendasi dari Badan Pengelola Lingkungan Hidup dari kota setempat.
  • Gambar konstruksi bangunan dari yang telah disetujui oleh instansi setempat lengkap dengan water mater atau bangunan ukur dengan memperhatikan garis sempadan saluran/sungai ( batas yang menandai wilayah bantaran banjir ditambahkan dengan lebar longsoran tebing sungai yang mungkin terjadi).

Itulah gambaran perizinan usaha laundry beserta syarat – syarat dokumen yang harus disiapkan bagi calon pengusaha laundry. Artikel diatas sifatnya hanya merupakan gambaran informasi. Tentu semuanya dikembalikan pada peraturan perizinan usaha laundry terbaru dari dinas terkait. Dan menyesuaikan dengan perundang -undangan daerah yang berlaku secara up todate. Pada intinya semua usaha yang beradadi wilayah negara Indonesia harus berizin legal, salah satunya adalah usaha laundry itu sendiri.